Indonesia, the world's largest producer of palm oil...
Malaysia & Indonesia are the world largest rubber producer...
Indonesia has the second largest area of coffee plantations in the world...
Indonesia is the world's top tin exporter and second-biggest producer...
Indonesia is currently the worlds fourth-largest producer of rice in the world...
Indonesia has the largest contraceptive implant program in the world...
Indonesia has the world largest resources of Geothermal Energy...
Indonesia Has Become the Second Largest Exporter of Coal in the World...
Indonesia woman has the biggest baby in the world weighing 19.2 lbs...
Indonesia Has Become the Second Largest Exporter of Coal in the World...
Indonesia Is the World’s Largest Hino Truck Producer...
Indonesia Has Become the Second Largest Exporter of Coal in the World...
Indonesia launches Southeast Asia's biggest marine park...
Indonesia is the world's largest LNG producer...
SRS Retina 2000: Indonesia' Surveillance & Reconnaissance System...
Indonesia' made Combat Management System...
INDRA, Indonesian Made Maritime Radar...
VG/ Night Vision Google made in Indonesia...
PAL-AFV The Embryo of made in Indonesia MBT Tank...
TPO TLM - 01: Made in Indonesia's Autonomous Underwater Vehicle...
Sotong: Made in Indonesia's Unmanned Underwater Vehicle...
Optronic Control Console Made in Indonesia...
Guided Missile Escort Ship Made in Indonesia...
Indonesia's design attack and trainer aircraft...
Indonesia's multipurpose warship...
Indonesia's made light attack helicopter...
Indonesia's made canon APC...
Indodefense and exhibition 2010...
Indonesia's made aircraft carrier...
Diesel train made in Indonesia...
CN 235 MPA Maritime Patrol Aircraft..
N 219 Aircraft Made in Indonesia..
N 2130: The only $20 million passanger aircraft made in Indonesia..
SST: Supersonic passanger aircraft made in Indonesia..
NMX-1: Very Light Jet Aircraft Made in Indonesia..
Advanced combat vehicle made in Indonesia..
Water canon M1W-40 made in Indonesia..
APC tactical vehicle made in Indonesia..
BOMB BT-250 made in Indonesia..
Cal. 60 mm M1 (Commando)made in Indonesia..
PC-40 Advanced Patrol Boat Made in Indonesia
FPB-60: Very Fast Patrol Boat Made in Indonesia
NAV V: Patrol vessel Made in Indonesia
NAV I: Fast patrol vessel Made in Indonesia
Bhirawa: High mobility tactical utility vehicle made in Indonesia
Indonesia the largest facebook user in Asia

U.S. forces launch ground-based intercontinental missiles hit targets 7,000 km


PRC on July 1 June 30 call the U.S. from California's Vandenberg Air Force Base launched a "militia" -3 based ICBMs, and hit targets more than 7000 km away. Missile at 3:40 am local time on the 30th launch points, outside the atmosphere across the Pacific Ocean, and hit a reef in the vicinity of the Marshall Islands boast Delin target.


the Pentagon said, this experiment showed that the U.S. military's land-based strategic missile in the "good working condition," operational performance remains good. This is the Vandenberg Air Force Base since 1957, the launch of the first 1900 meeting missile work. Analysts said the U.S. military successfully tested a missile defense system for strategic missile launch immediately after the experiment, only one purpose, to demonstrate outside Washington, the "contradictions" are very strong.

6 16, the U.S. military has in the Vandenberg Air Force Base, California, tested the "militia" -3 ballistic missile and hit the target. At that time, the missile carries a data collection for the W-87 nuclear warhead, "Test Equipment."

"militia" -3 U.S. land-based strategic nuclear missile is the backbone of combat forces and military service around 2020. This is the first with a hand guided the United States multi-warhead intercontinental ballistic missiles, the U.S. Air Force since 1970. The missile uses inertial guidance NS-20 all formula warheads, each parent has three bullet shells built first, powered by three solid rocket motors, from a fixed silo launchers, a range of 9800-13000 km.

Earlier, the U.S. military on June 28 near the middle of the night in the Hawaii Range successful intercept test of the missile defense system. It is reported that the U.S. military fired a ground-based interceptor shot down a short-range sea-launched ballistic missile platform. Pentagon Missile Defense Agency, said the task force does not undertake to intercept this missile to master the specific launch time, so the work of the interception was "quite successful."



The interceptor missile launched by the U.S. Department of "end of the high-altitude missile defense system" an important part. The system consists of floating radar platform and sea-based ABM component. 29-day trial, U.S. interceptors in the "so far the lowest" high on the shooting down incoming missiles. This is the "end of the high-altitude missile defense system" to carry out section 7 of the trial, after the success of all 6 tests.

However, this system because of "insufficient range", can only shoot down medium-range and short-range missiles, still unable to intercept intercontinental ballistic missiles. Relevant information, "the end of high-altitude missile defense system" is mainly to "the missile hit the missile" approach, in the enemy ballistic missile re-entry occasion, and destroy them. U.S. Navy's "Aegis" cruisers are sea-based launch platform of the system.

the Pentagon said that once the enemy missile launches successfully broken the "terminal high-altitude missile defense systems" positions, the U.S. military can also use the "Patriot" anti-aircraft missiles to intercept the enemy about to hit the target ballistic missiles (the last line of defense). The U.S. military said the missile defense system is used against ballistic missiles that North Korea and Iran. Currently, only U.S. native with interceptor missiles in Alaska and California launch.
Selengkapnya...

Swasta dan seluruh komponen anak bangsa perlu diikutkan dalam perancangan dan pembuatan tank nasional Indonesia yang semakin mendesak


Komandan Marinir : "Kami Butuh Peremajaan Alutsista Mendesak!"

Peremajaan alutsista dan perbaikan kesejahteraan prajurit menjadi prioritas bagi Komisi I DPR RI untuk dibenahi. Ini mengemuka setelah beberapa anggota Komisi yang membidangi pertahanan ini mengadakan kunjungan ke markas Korps Marinir TNI Angkata Laut, Kamis (8/7).


Dalam kunjungan tersebut, Korps Marinir yang dipimpin Komandannya Mayjen TNI M Alfan Baharuddin memaparkan beberapa kebutuhan mendesak korps yang harus dipenuhi. Di antaranya, peremajaan alutsista yang sudah tua, termasuk kendaraan tempur dan senjata.

"Kebanyakan tank-tank yang kita gunakan dibuat tahun 1960-an, dan berkat perawatan yang baik hingga kini masih beroperasi. Kami mohon dapat persetujuan pengadaan kendaraan tempur baru dan penghapusan ranpur yang sudah tidak layak tempur," ujarnya kepada rombongan anggota dewan yang dipimpin Hayono Isman (F-PD) tanpa menyebutkan jenis tank yang akan diganti.

Selain itu, ia juga menyebut kesejahteraan prajurit masih perlu ditingkatkan. "Perbaikan kesejahteraan prajurit perlu diupayakan terus," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Enggartiasto Lukita dari Fraksi Partai Golkar mengusulkan, sistem penganggaran yanng selama ini tahunan, dibuat menjadi lima tahun agar lebih efektif dan penyerapan anggaran untuk pengadaan alutsista lebih baik. "Kalau terintegrasi bisa lebih didayagunakan. Anggaran akan terpakai maksimal," ujarnya.

Selain alutsista, lanjut dia, perbaikan kesejahteraan prajurit juga harus menjadi prioritas. "Uang lauk pauk saat ini tidak layak lagi. Apa yang terjadi kalau mereka ditekan untuk latihan, sementara gizinya rendah? Akibatnya, nanti pada usia pensiun kesehatannya terganggu. Alutsista dan kesejahteraan harus diprioritaskan," tutupnya.
Selengkapnya...

Turki, Indonesia Kembangkan Teknologi Pesawat F-16


Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat melakukan kerjasama bilateral di bidang industri pertahanan. Di antaranya, Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (DI) akan membantu memodifikasi pesawat terbang Turki untuk keperluan patroli maritim.


Selain itu, Indonesia juga menjajaki untuk bisa mendapatkan perangkat komponen pesawat tempur jenis F16, Hercules dan keperluan pertahanan lainnya. Nota kerjasama ini dilakukan sebagai rangkaian kerja dalam kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Turki pada 27-28 Juni.

"Indonesia akan membantu memodifikasi pesawat sejenis CN235 milik Turki untuk dijadikan pesawat patroli maritim. Ini patut kita banggakan karena industri pesawat terbang kita mendapat pengakuan dari negara seperti Turki," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Ankara, Turki, Senin malam waktu setempat (28/6).



Bagi Indonesia, tambah Purnomo, kerjasama ini tergolong penting mengingat Turki merupakan negara anggota pakta pertahanan atlantik utara (NATO) yang memiliki persenjataan yang cukup maju. Teknologi industri pertahanan negara yang juga anggota G20 ini termasuk yang terbaik di dunia, mengingat persenjataan yang dimiliki Turki masuh dalam nomor dua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Selain membantu memodifikasi pesawat patroli maritim, Indonesia juga menjajaki bisa mendapatkan komponen atau suku cadang untuk pesawat tempur F16 yang selama ini masih tergantung dari produsen asal pesawat tersebut, yaitu Amerika Serikat. "Turki sudah bisa membuat F16, bahkan pesawat tempur terbaru F35. Ini harus kita manfaatkan agar kita bisa mendapat kemudahan untuk mendapat komponen pesawat. Selama ini, komponen pesawat F16 kita tergantung AS, dan kalau diboikot pasti kita akan kesulitan merawat dan memperbaiki pesawat F16 milik kita," kata Purnomo yang juga baru mengunjungi pasukan perdamaian Indonesia yang berada di Libanon.

Menurutnya, bukan tanpa alasan jika Turki memiliki industri pertahanan yang sangat maju mengingat letak Turki yang strategis berbatasan dengan negara-negara Asia dan Eropa. "Karena posisi yang diapit banyak negara dan berpotensi konflik di perbatasan, maka Turki mengembangkan industri pertahanannya dengan sangat maju," kata mantan menteri enetrgi dan sumber daya mineral ini.
Selengkapnya...

Para Penerima Bailout AS akan dikenakan Pajak Tambahan Selama 10 Tahun, Bagaimana dengan Indonesia??


Presiden AS Barrack Obama tengah mengajukan proposal kepada kongres untuk meminta persetujuan pengenaan pajak tambahan sebesar 0,15% selama 10 tahun senilai US$ 90 miliar kepada para penerima bailout. “Kita perlu menerapkan pajak pada bank-bank yang menjadi penerima bantuan terbesar saat puncak krisis keuangan,” ujar Obama seperti dikutip Reuters, Minggu (27/6).


Menurut Obama, langkah ini dilakukan guna mengembalikan uang para pembayar pajak AS yang telah digunakan untuk menyelamatkan bank-bank dan institusi-institusi finansial raksasa yang telah diselamatkan pemerintah AS melalui mekanisme bailout.

“Sehingga kami dapat kembali setiap sen dari uang pembayar pajak yang digunakan untuk bailout,” jelas Obama.Proposal senilai US$ 90 miliar itu telah diajukan kepada Kongres. Selain itu, Obama juga menyampaikan rencananya tersebut dalam pidatonya di forum G20 di Toronto, Kanada. Obama melihat, mekanisme penerapan pajak tambahan ini layak digunakan oleh tiap negara.

“Saya harap kita bisa membuat sebuah kemajuan dalam upaya melakukan reformasi keuangan global dan untuk memastikan agar krisis yang masih belum pulih ini tidak akan terjadi lagi,” jelasnya.

Obama berharap kongres dapat menandatangani proposalnya itu sebelum 4 Juli 2010. Dalam proposalnya itu, Obama menekankan setiap perusahaan keuangan yang memiliki aset lebih dari US$ 50 miliar dan dana kelolaan di atas US$ 10 miliar akan dikenakan biaya tambahan (pajak) hingga 2020.
Selengkapnya...

10 Roket Berhulu Ledak Tinggi Siap Diuji Coba


Untuk mendukung upaya perlengkapan peralatan pertahanan negara, Depertemen Pertahanan (Dephan) Republik Indonesia akan melakukan uji peluncuran 10 rudal dengan hulu ledak berkekuatan tinggi di Baturaja, Sumatera Selatan, Oktober mendatang.


"Jumlahnya 10 rudal yang akan kita luncurkan, 4 rudal berhulu ledak, sedangkan sisanya rudal kosong," ujar Kepala Depertemen Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan Republik Indonesia Pos M Hutabarat, di Pameungpeuk, Minggu (20/6).

Menurutnya, peluncuran tersebut akan membantu untuk melihat sejauh mana perlengkapan perlengkapan senjata yang dimiliki oleh negara dan merupakan hasil karya terbaik putra bangsa Indonesia melalui PT Pindad.

Selain itu, rencana peluncuran tersebut, kata dia, bertujuan untuk menilai kesanggupan negara untuk mengurangi sejumlah pasokan peralatan perang yang selama ini kerap didominasi pasokan dari luar.

"Kita itu mampu untuk membuat. Sekarang kita berupaya bagaimana kita bisa menciptakan rudal sendiri," ujar Pos Hutabarat.

Dijelaskannya, rudal yang akan diujikan nanti memiliki tiga jangkauan yakni 12 kilometer, 20 kilometer serta 30 kilometer. Sedangkan mengenai peluncurannya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan daya jangkauan roket tersebut.

"Peluncurannya bertahap. Satu rudal hulu ledak kemudian satu rudal kosong. Harapannya kita akan melihat bagaimana hasil yang ditimbulkannya, " katanya.

Pemilihan daerah Baturaja Sumatera Selatan, kata dia dinilai sangat cocok. Daerah tersebut cukup aman dengan jangkauan penduduk yang cukup rendah. Pasalnya peluncuran roket berhulu ledak cukup beresiko.

"Kita mencari daerah yang benar-benar jauh dari jangkaun penduduk," jelasnya.

Terpisah, Deputi Bidang Teknologi Dirgantara LAPAN Pusat Soewarto Herdhienata menambahkan ada dua kategori rudal yang bisa diluncurkan oleh Lembaga peluncuran milik negara seperti LAPAN.

Pertama, kata dia, rudal yang bersifat jangka panjang dan lebih berdasarkan kemanusiaan sehingga rudal yang diluncurkan tidak memiliki hulu ledak. Sedangkan kedua, lebih pada aspek keamanan sehingga rudal yang diluncurkan memililiki hulu ledak.

"Selama digunakan untuk kepentingan negara kita akan terus mendukungnya, " ujar Soewarto.
Selengkapnya...

UK Royal College of Defense Studies Visit Indonesia


Foreign Affairs Department received on Friday (18/6) a visit by the UK Royal College of Defense Studies.


Accompanied by UK Ambassador to Indonesia Martin Hatfull, the delegate meet with Minister Marty Natalegawa at the Foreign Department.

No statement from officials on the purpose of the visit.
Selengkapnya...

New Generation Submarine for the Russian Fleet


Russia is facing a very challenging task to modernize its naval forces. To achieve this, the country’s experts are working on a program for military and civil ship building. To launch a series of Severodvinsk-class submarines is one of the priorities of this program, the President Dmitry Medvedev said attending the official float-out ceremony at the port of Severodvinsk.


The Russian leader described the new multipurpose attack submarine as a good example of how a difficult project may be implemented. The new Severodvisnk submarine will help Russia modernize its navy to be ready to react to present-day threats. Russia will keep on with naval modernization despite the economic crisis, Mr. Medvedev said. "We must boost our ship building industry despite all existing difficulties, as it has been announced in our state arms program", said Mr. Medvedev.

The fourth generation Severodvinsk, the Yasen (Graney) class submarine, was built at the Sevmash shipyard. Graney class nuclear submarines are designed to launch a variety of long-range cruise missiles with nuclear warheads, and effectively engage submarines, surface warships and land-based targets. The new submarine's armament includes 24 cruise missiles, and is also equipped with eight torpedo launchers, as well as mines and anti-ship missiles such as SS-N-16 Stallion.

Experts note that the Severodvinsk submarine will be equipped with the long-range missiles. These won't be Bulava missiles which will be used at some other strategic submarines, the experts stress. The new tests of the Bulava missiles will be carried out from the nuclear submarine Dmitry Donskoy in July-September. However the Severodvinsk submarine is not a substitute for the project of the Dmitry Donskoy submarine admiral Vladimir Kamoyedov stresses.

Their purposes are different. Severodvinsk is a multi-functional submarine which is able to attack surface ships and aircraft carrier groups while the strategic task of the Dmitry Donskoy submarine is to protect and attack land objects.

According to the estimations of Western and Russian experts, the Severodvinsk submarine will be quieter and much more powerful than the USA's Sea Wolf. The Russian Navy will receive the first Severodvinsk submarine in 2011 and than six more submarines of this class are to be built.
Selengkapnya...

Jaga Citra: Indonesia Segera Membentuk Coast Guard


Proses finalisasi terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah Indonesian Sea and Coast Guard telah selesai dilakukan. Saat ini, rancangan tersebut telah berada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk disetujui menjadi Peraturan Pemerintah untuk mendukung implementasi Undang-Undang Undang-Undang No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.


”Harmonisasi dengan seluruh seluruh pemangku kepentingan telah selesai dilakukan. Seluruh isinya sudah di bahas di Kementerian Hukum dan HAM dengan melibatkan seluruh stakeholders. Sekarang sudah di tangan presiden, menunggu persetujuan beliau,” jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Moh. Ikhsan Tatang di Jakarta, Jumat (11/6).

PP tersebut sedianya akan dijadikan sebagai landasan bagi Pemerintah untuk membentuk organisasi baru pengawasan dan penegakkan hukum kegiatan pelayaran di perairan Indonesia. Di sisi lain, dengan adanya PP ini pula, eksistensi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) pada dunia pelayaran secara hukum akan menjadi sah adanya.

Berdasarkan amanat UU 17/20008, Indonesian Sea and Coast Guard memiliki dua fungsi utama. Pertama, sebagai fungsi komando, yaitu menegakkan perundang-undangan di bidang kesehatan dan keamanan pelayaran yang secara tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Sedangkan fungsi kedua adalah menjalankan fungsi koordinasi, menjalankan koordinasi dalam penegakkan hukum dan perundang-undangan di luar fungsi pertama, dengan institusi pemerintah lain terkait.

Beberapa waktu sebelumnya, Menhub Freddy Numberi mengatakan, pembentukan organisasi Indonesia Sea and Coast Guard merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah untuk memenuhi tuntutan dunia pelayaran internasional yang menginginkan adanya jaminan keamanan dan keselamatan pelayaran yang memadai di perairan Indonesia.

"Karena tanpa adanya jaminan itu, wilayah Indonesia dapat dikategorikan sebagai "black area" oleh pelayaran internasional. Oleh karena itu, keberadaan Sea and Coast Guard memiliki andil yang besar dalam menjaga citra Indonesia sebagai daerah yang aman untuk pelayaran," papar Menhub.

Karenanya, lanjut Menhub, tantangan berat yang akan dihadapi oleh Indonesian Sea and Coast Guard ke depan adalah mengawal tingginya frekuensi pelayaran di Indonesia yang berada di lokasi strategis dan memiliki resiko kecelakaan dan musibah laut yang juga cukup tinggi.

Sesjen menambahkan, menyusul RPP Indonesian Sea and Coast Guard, sejumlah RPP lain juga tengah dibahas oleh tim. Antara lain sebanyak 12 RPP turunan dari UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta beberapa RPP turunan dari UU 1/2009 tentang Penerbangan. ”Ada tiga RPP Penerbangan yang sedang intensif dibahas saat ini, yaitu kebandaraudaraan, kenavigasian, angkutan udara,” jelasnya.

Tatang berharap, seluruh RPP itu bisa rampung sesuai jadwal yang diamanatkan oleh masing-masing undang-undang yang diikutinya. ”Kita berharap secepatnya RPP itu bisa selesai, sesuai amanat undang-undang. Kalau memang ada yang sedikit telat, ya kita pacu penyelesaiannya. Ini penting, karena kalau RPP-nya belum siap, tentunya UU tidak bisa dijalankan secara optimal,” pungkasnya. (DIP)
Selengkapnya...

Venezuela to spend $82 million on 18 Chinese K-8 jets


Venezuela will spend $82 million on a second batch of Chinese K-8 military training aircraft, President Hugo Chavez said on Sunday.

Chavez's socialist government has ordered 18 of the light attack and training planes from China, and the Latin American country received the first six jets in March.

"We have approved $82 million for the second batch of Chinese-made K-8 jets. The aircraft are for the security and defense of the country," the Venezuelan president said during his regular television program.

The United States, which accuses Chavez, a close ally of Cuba and Iran, of sparking an arms race across South America, imposed an embargo in 2006 on sales of U.S. weapons parts to the OPEC nation.

Chavez has said he wants to buy a fleet of 40 K-8s. He ordered 18 of them from China after a plan to buy similar jets from a Brazilian company fell through, apparently because they included U.S. electrical systems.

It was not immediately clear how many of the aircraft would be included in the second group, or when they would arrive.

Venezuelan officials said in March the versatile jets would be used to train local pilots and intercept drug traffickers who use the country as a stop-off point to smuggle Colombian cocaine to the United States, Europe and Africa.

Venezuela has also bought a network of Chinese radars and spent about $4 billion on Russian weapons, including tanks, missile systems and fighter jets, to replace F-16 planes that are rusting because of the U.S. embargo.

Chavez said he was simply modernizing his armed forces.

"Today, China has become one of the biggest allies of Venezuela, and Venezuela is one of the biggest allies of China in the world," he said.

Chinese companies are involved in the exploration of Venezuela's vast Orinoco heavy crude belt, and Beijing says it is also providing $20 billion of long-term financing for projects in the South American oil exporter.
Selengkapnya...

MP, Expert Back RI-S. Korea Jet Fighter Project


Planned cooperation between Indonesia and South Korea to start a joint project on jet fighter production received strong support from a lawmaker and researcher here on Friday but they warned that it will need to undergo feasibility studies.


“The joint cooperation is good for Indonesia because it will help us revitalize our defense industry.

However it is strongly recommended both countries conduct thorough feasibility study,” Kemal Azis Stamboel, lawmaker from the House of Representatives Commission I overseeing defense and intelligence told The Jakarta Post on Friday.

Kemal added that among points to be looked into in the study would be an assessment of possible future conflict between the two countries.



“This policy applies for all potential partner countries because of course we don’t want to be caught out if it occurs,” he added.

Initiated during a visit to Indonesia by South Korean President Lee Myung-bak last year, both countries are now gearing up to sign a Memorandum of Understanding (MoU) for the fighter production, which will be called “KFX project”.

Comparison between F-35, F-22 and KFX 201 version (image : chosun)

According to secretary-general of the Defense Ministry Deputy Marshal Eris Haryanto, the MoU is likely to be signed at the end of this year. After the signing, a joint team comprising experts from both countries will be formed.

This team would be tasked with building five prototypes of the aircraft before 2020. After achieving the break even point target of 200 units, the aircraft will be ready for mass production.

Military expert from the Indonesian Institute of Sciences Jaleswari Pramodhawardani said the project offers Indonesia a rare chance to develop its defense industry.

“There is always a risk in everything but in my opinion we should take this risk,” she said.

However, she said the project would cost a huge part of the budget, meaning the Indonesian Military may have to work hard to convince lawmakers to grant funding.

Under the MoU, Indonesia will shoulder 20 percent of the initial budget of US$8 billion, which Kemal described as “reasonable”.

The joint project is widely seen as a pilot project for Indonesian military in revitalizing defense industry. The Indonesian military is now perfecting an draft paper on boosting the country’s defense industry.
Selengkapnya...

Marinir Indonesia dan Amerika Latihan Bersama


Berbagai kegiatan dilakukan oleh TNI AL dan Angkatan Laut Amerika dengan nama Naval Engagement Activity (NEA) dalam latihan bersama 2010 di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir Karangtekok, Situbondo, Minggu, (30/05).

Selengkapnya...

Pulau Enggano Milik Tommy Winata Akan Jadi Pusat Wisata Peluncuran Satelit Indonesia


Dengan mempertimbangkan faktor keamanan saat peluncuran roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional akan memindahkan tempat peluncuran wahana antariksa tersebut ke Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.


Untuk tujuan itu telah ada persetujuan dari pemerintah daerah setempat. Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun hari Selasa (25/5) mengatakan, pemindahan itu juga dilatarbelakangi kondisi sekitar lokasi peluncuran yang lama yang berada di daerah Pamengpeuk, Provinsi Jawa Barat. Pamengpeuk kini telah padat menjadi daerah permukiman.

”Pemindahan itu berkaitan dengan rencana Lapan untuk meluncurkan satelit yang berukuran lebih besar, yang memerlukan zona aman atau bebas yang lebih luas,” kata Adi.

Perairan Bebas

Pulau Enggano yang terletak di selatan perairan Provinsi Bengkulu relatif lebih aman karena di arah selatan menghadap perairan bebas. Namun, Adi juga melihat ada faktor yang kurang menguntungkan di pulau itu, yaitu aktivitas kegempaan di pulau kecil itu tergolong tinggi.

Karena itu, peluncuran roket akan menggunakan kendaraan peluncur roket atau satelit (satellite launch vehicle/SLV).

”Pembuatan roket akan dilakukan di Pusat Pembuatan Roket di Pulau Jawa,” kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan Bambang Tedjasukmana. Untuk transportasi SLV dan roket itu Lapan akan bekerja sama dengan mitra terkait yang memiliki sarana kapal memadai.

Adi mengharapkan, lokasi peluncuran roket dari pulau tersebut sudah dapat terlaksana tahun depan. Rencananya, akan diluncurkan roket eksperimen berdiameter 550 mm. Akhir tahun ini direncanakan RX-550 akan menjalani uji statik.

Untuk mengarah pada peluncuran roket berkapasitas menengah itu, lanjut Bambang, akan dilakukan peremajaan prasarana yang ada, antara lain, yaitu mesin pembuat bahan bakar roket. Selama ini yang dilakukan hanya sebatas memodifikasi peralatan yang telah usang.

Menurut Adi, proses pembuatan bahan bakar roket atau propelan merupakan kunci yang menentukan unjuk kerja roket ketika diluncurkan, terutama terhadap daya dorongnya.

Terkait dengan peluncuran roket tersebut, lanjut Adi, Lapan mengalokasikan sebagian besar dana untuk pembangunan fasilitas peroketan dan sisanya untuk mempersiapkan peluncuran satelit kembar Lapan A-2 dan Lapan A-3 yang menggunakan roket Indian Space Research Organization (ISRO) dari India. Peluncuran akan dilakukan tahun depan.
Selengkapnya...

Hadapi Aksi Balas Dendam Perampok Toko Emas, Polisi Siaga 1


Jajaran Kepolisian Resort Lumajang memberlakukan status siaga 1 menghadapi kawanan perampok. Pasalnya, pasca penangkapan 3 orang perampok Toko Emas Semar beberapa waktu lalu, polisi mendapat informasi jika pelaku lain yang belum tertangkap akan balas dendam.


"Informasi dari intelejen, komplotan Mugib Alias Sokip cs, akan melakukan perampokan kembali dan tidak segan-segan melakukan aksi kekerasan pada korbanya dan polisi," kata Kapolres Lumajang, AKBP Dedy prasetyo, di Mapolres jalan Alun-Alun Utara, Senin (24/05/2010).

Menurut dia, masih berkeliarannya 3 DPO perampok toko emas yakni, Yuda, Amron dan Napi, menjadi ancaman serius bagi polisi dan masyarakat. Karena ketiga DPO itu saat ini telah menghubungi sejumlah komplotan lainnya untuk melancarkan aksi balas dendam akibat pimpinannya (Mugib, red) ditembak polisi.

"Mereka masih berkeliaran di wilayah Jember dan dilindungi oleh rekan-rekanya," tutur mantan Kapolresta Kediri itu.

Untuk mengantisipasi serangan balasan yang dilancarkan perampok emas bersenpi itu, Polres Lumajang kini berkerjasama dengan Polres Jember. Selain itu, 2 Pleton SSK Brimob Polwil Besuki dan Malang didatangkan ke Lumajang.

"Kami sekarang membentuk 6 Satgas untuk mengantisipasi serangkan perampok bersenpi itu," ungkap Kapolres.

Informasi yang berhasil dihimpun, yang menjadi sasaran utama balas dendam komplotan perampok asal Manggisan itu, Mapolsek Jatiroto dan pemilik Toko Emas "Semar". Sebanyak 50 personel dari unsur Brimob, reskrim, intel, disiagakan di wilayah Jatiroto yang berbatasan dengan Wilayah Jember.
Selengkapnya...

UAE ajak Indonesia di bidang industri perkapalan


Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Yousif Rashid Alsharhan, Selasa (6/4) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam kunjungan ini, kedua pejabat negara tersebut membicarakan tentang peningkatan kerjasama pertahanan antara RI dengan UEA khususnya kerjasama di bidang industri pertahanan.


Kepada Dubes Uni Emirat Arab, Menhan RI menyampaikan ucapan terimakasih karena hubungan kerjasama yang terjalin antara kedua negara selama ini cukup baik, terutama pada masa pemerintahan Presiden B. J. Habibie.

More
Selengkapnya...

India's LCH Takes 1st Flight


India's indigenous Light Combat Helicopter (LCH) has flown for the first time. The helicopter, which was test-flown on Monday, successfully hovered for 15 minutes.


The LCH is based on technologies developed for India's Dhruv Advanced Light Helicopter. The LCH will be equipped with missiles in addition to its nose-mounted cannon. It will be able to take out tanks and other armoured vehicles in addition to giving battlefield support to Indian military formations.
Selengkapnya...

New Unmanned Carrier Aircraft Head at Northrop


Northrop Grumman has appointed a new head of its X-47B unmanned aircraft program, barely two weeks after the U.S. Navy named a new program manager for the unmanned carrier air system demonstrator program.


Janis Pamiljans, previously vice president and program manager of Northrop's aerial refueling tanker bid for the U.S. Air Force, takes over for Scott Winship as vice president of the Navy Unmanned Combat Air System (N-UCAS) program. Pamiljans also has worked as a program manager on the F/A-18 and F-35 strike fighter programs.

Capt. Jeff Penfield took over the Navy's X-47B program office on March 2, replacing Capt. Martin Deppe, who is retiring "for personal reasons," according to Navy officials.

Winship, who ran Northrop's N-UCAS effort for two years, will stay with the company.

"The depth and breadth of his expertise is significant," said Northrop spokesperson Cyndi Wegerbauer. "He's moving to other game-changing initiatives."

The personnel moves come as the effort to build and fly a prototype, unmanned jet combat aircraft from an aircraft carrier has fallen months behind schedule. The first of two development aircraft had been intended to take to the air for the first time last November, but the aircraft is still in ground taxi tests in California.

Penfield, in a March 5 interview, acknowledged the delays, but pending a program review could not set a date for the first test flight.

"I cannot tell you how far off," he said. "We've said we're going to fly later this year. My goal is to tell you precisely when we will fly later this year."
Selengkapnya...

Feed

Indonesia Proud

Pics


Kototabang Space Center

Space Tourism Indonesia

Biak Spaceport

Nuclear Indonesia

Blog Archive

Myanmar Defence Weapons